Fenomenadan Pandangan tentang LGBT. Salah satu isu penting yang harus dijawab oleh gereja saat ini adalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Fenomena LGBT sudah lama sekali muncul, namun belakangan ini semakin santer sejak Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tanggal 26 Juni 2015 lalu melegalkan pernikahan kaum LGBT yang memperjuangkan eksistensinya; bahkan kaum liberal serta
4 Nostra Aetate Art. 1 : Gereja Katolik memandang pentingnya agama dalam kehidupan manusia. Pandangan Gereja Katolik itu dirumuskan dalam Nostra Aetate Art. 1 (Nostra Aetate : dokumen Gereja dari Konsili Vatikan II yang mengajarkan pandangan tentang hubungan antar agama).: (isinya) : 1. Agama-agama memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan manusia tentang asal dan tujuan hidup nya, makna
Sasaranpenelitian pada studi kasus yang kedua adalah peristiwa. Setiap ada manusia pasti terdapat peristiwa di dalamnya. Suatu peristiwa atau fenomena pasti melibatkan studi kasus di dalamnya. Hal ini dikarenakan pada suatu persitiwa yang terjadi dapat dikaji mengenai pertanyaan 5W + 1H disetiap peristiwa tersebut.
AjaranGereja tentang Perkawinan GS Art. 52 : Pengembangan perkawinan dan keluarga merupakan tugas semua orang. " Keluarga merupakan suatu pendidikan untuk memperkaya kemanusiaan. Apa yang dimaksud membangun cinta kasih dan komunikasi dalam keluarga ? Jelaskan ajaran Gereja tentang keluarga (Gaudium et spes art 52) Jelaskan makna keluarga
a Pewartaan lewat internet. Dalam dokumen Church and Internet kita dapat menemukan pesan Paus Benediktus XVI mengenai peran penting internet sebagai sarana komunikasi baru: "Media komunikasi digital merupakan suatu bidang pastoral yang peka dan penting dalam menunaikan tugas penggembalaan demi dan untuk Sabda". [9]
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. 88 Kelas XII SMASMK Semester 1 e Apa penyebab terjadinya bentrokan antarsuku dan antarpeng- anut agama di Indonesia ? 3. Keanekaragaman dan Kesatuan Suatu Bangsa dalam Terang Iman Kristiani a. Ajaran Kitab Suci 1 Menyimak teks Kitab Suci Simaklah teks-teks Kitab Suci berikut ini. Kejadian 35 1-15 1 Allah berirman kepada Yakub “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” 2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting- anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. 5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar. 6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan - yaitu Betel -, ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia. 7 Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya. 8 Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang Pohon Besar Penangisan. 9 Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia. 10 Firman Allah kepadanya “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai dia Israel. 11 Lagi irman Allah kepadanya “Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa- Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 89 bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. 12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.” 13 Lalu naiklah Allah meninggalkan Yakub dari tempat Ia berirman kepadanya. 14 Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya. 15 Yakub menamai tempat di mana Allah telah berirman kepadanya “Betel”. Yohanes 41- 42 1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes. 2 meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, 3 Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya “Berilah Aku minum.” 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada- Nya “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria 10 Jawab Yesus kepadanya “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu Berilah Aku minum niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” 11 Kata perempuan itu kepada-Nya “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” 13 Jawab Yesus kepadanya “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” 15 Kata perempuan itu kepada-Nya “Tuhan, berikanlah aku air itu, 90 Kelas XII SMASMK Semester 1 supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” 16 Kata Yesus kepadanya “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” 17 Kata perempuan itu “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” 19 Kata perempuan itu kepada-Nya “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” 21 Kata Yesus kepadanya “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” 25 Jawab perempuan itu kepada-Nya “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” 26 Kata Yesus kepadanya “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.” 27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata “Apa yang Engkau kehendaki? Atau Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?” 28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ “Mari, lihat Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” 30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 31 Sementara itu murid-murid- Nya mengajak Dia, katanya “Rabi, makanlah.” 32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada- Nya untuk dimakan?” 34 Kata Yesus kepada mereka “Makanan- Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 91 menyelesaikan pekerjaan-Nya. 35 Bukankah kamu mengatakan Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama- sama bersukacita. 37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.” 39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” 40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya. 41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia. 2 Pendalaman a Cobalah rumuskan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan teks Kitab Suci yang telah kamu baca. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemudian diformulasikan untuk didiskusikan bersama. b Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. 1 Apa pesan Kejadian 351-15 dalam kaitan dengan semangat persatuan, kebersamaan? 2 Apa pesan Yohanes 41- 42? 3 Bagaimana sikap Yesus waktu Ia hidup di dunia ini terhadap keanekaan dari bangsanya? Apakah Ia pernah mendambakan semangat persatuan dari bangsanya yang terdiri atas suku-suku? 4 Apa kaitan pesan Kitab Suci dengan sikap kita sebagai umat Kristiani tentang kebhinekatunggalikaan di negeri kita Indonesia? 92 Kelas XII SMASMK Semester 1 b. Ajaran Gereja 1 Menelusuri ajaran Gereja Selain dokumen ajaran Gereja yang telah dicantumkan dibawah ini, cobalah terlebih dahulu secara sendiri-sendiri atau dalam kelompok, mencari ajaran-ajaran Gereja Katolik yang menjelaskan tentang pentingnya membangun persatuan, kebersamaan dalam keberagaman hidup manusia. 2 Menyimak Ajaran Gereja Simaklah ajaran Gereja berikut ini. “Tetapi kita tidak dapat menyerukan nama Allah Bapa semua orang, bila terhadap orang-orang tertentu, yang diciptakan menurut citra kesamaan Allah, kita tidak mau bersikap sebagai saudara. Hubungan manusia dengan Allah Bapa dan hubungannya dengan sesama manusia saudaranya begitu erat, sehingga Alkitab berkata “Barang siapa tidak mencintai, ia tidak mengenal Allah” 1Yoh 48. Jadi tiadalah dasar bagi setiap teori atau praktik, yang mengadakan pembedaan mengenai martabat manusia serta hak- hak yang bersumber padanya antara manusia dan manusia, antara bangsa dan bangsa. Maka Gereja mengecam setiap dikriminasi antara orang-orang atau penganiayaan berdasarkan keturunan atau warna kulit, kondisi hidup atau agama, sebagai berlawanan dengan semangat kristus. Oleh karena itu Konsili suci, mengikuti jejak para Rasul kudus Petrus dan Paulus, meminta dengan sangat kepada Umat beriman kristiani, supaya bila ini mungkin “memelihara cara hidup yang baik diantara bangsa-bangsa bukan Yahudi” 1Ptr 212, dan sejauh tergantung dari mereka hidup dalam damai dengan semua orang [13] , sehingga mereka sungguh- sungguh menjadi putera Bapa di sorga”. Sifat kebersamaan panggilan manusia dalam rencana Allah Allah, yang sebagai Bapa memelihara semua orang, menghendaki agar mereka semua merupakan satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap persaudaraan. Sebab mereka semua diciptakan menurut gambar Allah, yang “menghendaki segenap bangsa manusia dari satu asal mendiami seluruh muka bumi” Kis 1726. Mereka semua dipanggil untuk satu tujuan yang sama, yakni Allah sendiri. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 93 Oleh karena itu cinta kasih terhadap Allah dan sesama merupakan perintah yang pertama dan terbesar. Kita belajar dari Kitab suci, bahwa kasih terhadap Allah tidak terpisahkan dari kasih terhadap sesama “… sekiranya ada perintah lain, itu tercakup dalam amanat ini Hendaknya engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri … jadi kepenuhan hukum ialah cinta kasih” Rom 139-10; lih. 1Yoh 420. Semakin jelas, bahwa itu sangat penting bagi orang-orang yang semakin saling tergantung dan bagi dunia yang semakin bersatu. Bahkan ketika Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, supaya “semua orang menjadi satu …, seperti kita pun satu” Yoh 1721-22, dan membuka cakrawala yang tidak terjangkau oleh akal budi manusiawi, ia mengisyaratkan kemiripan antara persatuan Pribadi-Pribadi ilahi dan persatuan putera-puteri Allah dalam kebenaran dan cinta kasih. Keserupaan itu menampakkan, bahwa manusia, yang di dunia ini merupakan satu-satunya makhluk yang oleh Allah dikehendaki demi dirinya sendiri, tidak dapat menemukan diri sepenuhnya tanpa dengan tulus hati memberikan dirinya” 3 Pendalaman a Rumuskan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan teks ajaran Gereja yang telah dibaca untuk didisksusikan bersama teman- temanmu. b Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini 1 Apa pesan ajaran Gereja dalam Nostra Aetate NA artikel 5 diatas? 2 Apa pesan ajaran Gereja dalan Gaudium et Spes GS artikel 24 diatas? 3 Bagaimana sikap umat kristiani yang diharapkan? 4. Menghayati keberagaman dan Persatuan
jelaskan ajaran gereja tentang keberagaman manusia