16Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh TeoriKedaulatan Tuhan. Sumber kekuasaan tertinggi dalam teori ini adalah Tuhan. Maka, untuk mengatur kekuasaan Tuhan menyerahkannya pada penguasa yang dianggap sebagai wakilnya. Penganut teori ini menilai kedaulatan negara bersifat suci dan mutlak sehingga wajib ditaati seluruh rakyat dengan patuh kepada raja atau pemerintah atas nama dan Jelaskankedaulatan Tuhan atas tindakan Saul? - 34003182 valentinakolan14 valentinakolan14 04.10.2020 Fisika Sekolah Menengah Atas terjawab Jelaskan kedaulatan Tuhan atas tindakan Saul? 1 Lihat jawaban Iklan Tiap-tiap kelompok terdiri atas 3 baterai disusun seri. Kutub-kutub baterai itu dihubungkan dengan susunan hambatan seperti PengertianKedaulatan. Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi pada sebuah Negara. Kata kedaulatan berasal dari kata "daulat" yang dalam bahasa Arab berarti kekuasaan atau pemerintahan. Pada beberapa Negara ada yang menggunakan kedaulatan rakyat dimana itu berarti kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Dimana rakyat sendiri yaitu penduduk Sorangpenafsir adalah seorang yang tunduk pada kedaulatan Tuhan, karena ia percaya bahwa Tuhan adalah Tuan di atas semua tuan. Hatinya tidak bimbang tetapi teguh bagaikan batu karang karena Firman Tuhan menjadi pegangannya yang utama. Contoh: "Aku akan mengeraskan hati Firaun" Nubuatan PL yang digenapi kemudian pada masa PL Contoh: Jos 6: Vay Tiแปn Nhanh Ggads. Tidak Seorang pun Dapat Mengubah Fakta bahwa Tuhan Berdaulat atas Nasib Manusia Sederhananya, di bawah otoritas Tuhan, setiap orang secara aktif atau pasif menerima kedaulatan dan penataan-Nya, dan tidak peduli bagaimana seseorang bergumul dalam perjalanan hidupnya, tidak peduli seberapa bengkok jalan yang ia tapaki, pada akhirnya ia akan kembali kepada orbit nasib yang telah digariskan oleh Sang Pencipta terhadap dirinya. Inilah otoritas Sang Pencipta yang tidak terlampaui, inilah cara otoritas-Nya mengendalikan dan menguasai alam semesta. Sifat tidak terlampaui ini, wujud kendali dan pimpinan ini, yang bertanggung jawab atas hukum-hukum yang mengatur kehidupan segala hal, yang memungkinkan manusia berpindah-pindah berulang kali tanpa kendala, yang membuat dunia berputar secara teratur dan bergerak maju, hari demi hari, tahun demi tahun. Engkau sekalian telah menyaksikan semua fakta ini dan memahaminya, baik secara dangkal maupun mendalam; kedalaman pemahamanmu bergantung pada pengalaman dan pengetahuanmu akan kebenaran, serta pengenalanmu akan Tuhan. Seberapa baik engkau mengetahui realitas kebenaran, seberapa jauh engkau telah mengalami firman Tuhan, seberapa baik engkau mengenal hakikat dan watak Tuhanโ€”hal-hal tersebut menunjukkan kedalaman pemahamanmu akan kedaulatan dan penataan Tuhan. Apakah keberadaan kedaulatan dan penataan Tuhan bergantung pada ketundukan manusia terhadapnya? Apakah fakta bahwa Tuhan memiliki otoritas demikian ditentukan oleh ketundukan manusia terhadapnya? Otoritas Tuhan ada terlepas dari segala kondisi dan keadaan; dalam situasi apa pun, Tuhan memerintah dan menata nasib setiap manusia dan segala hal lain berdasarkan pikiran-Nya dan keinginan-Nya. Ini hal yang tidak akan berubah hanya karena manusia berubah. Ini terpisah dari kehendak manusia, tidak bisa dipengaruhi oleh perubahan waktu, ruang, dan geografi, karena otoritas Tuhan itu sendirilah hakikat-Nya. Apakah manusia mampu mengenal dan menerima kedaulatan Tuhan, dan apakah ia dapat tunduk terhadap kedaulatan tersebut, ini sama sekali tidak mengubah fakta akan kedaulatan Tuhan terhadap nasib manusia. Dengan kata lain, tidak peduli bagaimana sikap manusia terhadap kedaulatan Tuhan, itu tidak dapat mengubah fakta bahwa Tuhan berdaulat atas nasib manusia dan atas segala hal. Bahkan bila engkau tidak tunduk kepada kedaulatan Tuhan, Ia masih memimpin nasibmu; bahkan bila engkau tidak mengenal kedaulatan-Nya, otoritas-Nya tetap ada. Otoritas Tuhan dan fakta akan kedaulatan Tuhan atas nasib manusia adalah hal yang terpisah dari kehendak manusia, yang tidak berubah menuruti kemauan dan pilihan manusia. Otoritas Tuhan berada di segala tempat, pada setiap jam, dan setiap saat. Kalaupun langit dan bumi musnah, otoritas-Nya tidak akan hilang, karena Ia adalah Tuhan itu Sendiri, Ia memiliki otoritas yang unik, otoritas-Nya tidak dibatasi atau dilarang oleh orang-orang, peristiwa, ruang atau geografi. Sepanjang waktu Tuhan memegang otoritas-Nya, menunjukkan kekuatan-Nya, melanjutkan pekerjaan pengelolaan-Nya seperti biasa; sepanjang waktu Ia memerintah di atas segala hal, membekali segala hal, mengatur segala hal, sebagaimana yang selalu Ia lakukan. Tidak ada yang dapat mengubahnya. Inilah fakta; kebenaran yang tidak pernah berubah sejak permulaan waktu! Sikap dan Penerapan yang Benar bagi Seseorang yang Ingin Tunduk kepada Otoritas Tuhan Dengan sikap seperti apa seharusnya manusia sekarang mengenal dan memandang otoritas Tuhan beserta fakta akan kedaulatan Tuhan atas nasib manusia? Inilah masalah nyata yang menghadang setiap orang. Ketika menghadapi masalah kehidupan sebenarnya, bagaimana harusnya engkau mengenal dan memahami otoritas Tuhan dan kedaulatan-Nya? Ketika engkau tidak tahu bagaimana memahami, mengatasi dan mengalami masalah-masalah ini, sikap bagaimana yang harus engkau ambil untuk menunjukkan niat, keinginan, dan realitas ketundukanmu terhadap kedaulatan dan penataan Tuhan? Pertama-tama, engkau harus belajar menunggu; selanjutnya engkau harus belajar mencari; kemudian engkau harus belajar tunduk. "Menunggu" berarti menunggu waktu Tuhan, menanti orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah ia atur bagimu, menanti kehendak-Nya untuk secara bertahap terungkap sendiri bagimu. "Mencari" berarti mengamati dan memahami kehendak bijaksana-Nya atasmu melalui orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Ia tata, lalu memahami kebenaran melalui mereka, mengerti apa yang harus dicapai manusia dan jalan-jalan yang harus ia jaga, mengerti hasil seperti apa yang ingin diperoleh Tuhan di dalam manusia dan pencapaian seperti apa yang ingin Ia dapatkan dalam manusia. "Tunduk," tentunya, merujuk pada tindakan menerima orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Tuhan atur, menerima kedaulatan-Nya, dan oleh hal-hal tersebut menjadi tahu bagaimana Tuhan mengatur nasib manusia, menjadi tahu bagaimana Ia membekali manusia dengan hidup-Nya, bagaimana Ia memasukkan kebenaran dalam manusia. Segala hal di bawah penataan dan kedaulatan Tuhan patuh terhadap hukum-hukum alam, dan apabila engkau memutuskan untuk membiarkan Tuhan menata dan mengatur semuanya bagimu, engkau harus belajar menunggu, engkau harus belajar mencari, dan engkau harus belajar tunduk. Inilah tindakan yang harus diambil oleh setiap orang yang ingin tunduk kepada otoritas Tuhan, inilah kualitas dasar yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menerima kedaulatan dan penataan Tuhan. Demi mendapatkan sikap demikian, memiliki kualitas demikian, engkau sekalian harus bekerja lebih keras; dan hanya dengan begitu engkau sekalian dapat memasuki realitas sejati. Firaun adalah salah satu manusia yang paling keji dan paling dilaknat di muka bumi. Manusia yang pernah mengaku-ngaku sebagai Rabb yang maha tinggi. Firโ€™aun berkata sebagaimana dalam Al-Quran,ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰Firโ€™aun berkata, โ€œAku adalah rabb kalian yang paling tinggiโ€. QS An Naziโ€™at 24.Firโ€™aun termasuk manusia yang binasa karena perbuatannya ini dengan tenggelam di lautan. Allah berfirman,ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุจูŽุตูŽุงุฆูุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุธูู†ูู‘ูƒูŽ ูŠูŽุง ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ู…ูŽุซู’ุจููˆุฑู‹ุงMusa mengatakan, โ€œSesungguhnya kamu Firโ€™aum telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya aku memiliki persangkaan kuat kamu, hai Firโ€™aun, merupakan seorang yang akan binasa. QS Al Israโ€™ 102.Bahkan Firโ€™aun mendapat hukuman khusus di alam kubur, yaitu ditampakkan neraka baginya sebagai tempat ia disiksa setiap pagi dan sore hari. Allah berfirman,ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูŠูุนู’ุฑูŽุถููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุบูุฏููˆู‘ุงู‹ ูˆูŽุนูŽุดููŠู‘ุงู‹ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุขู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat dikatakan kepada malaikat โ€œMasukkanlah Firโ€™aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat kerasโ€. QS Al Muโ€™min 46Firโ€™aun mendustakan Rabb Nabi Musa โ€™alahissalam berada di langitFirโ€™aun meminta orang dekatnya yaitu Haman untuk membangun bangunan yang tinggi agar ia bisa melihat Rabb nabi Musa, karena Firโ€™aun menuduh nabi Musa telah berdusta ketika mengatakan Rabbnya ada di atas Taโ€™ala berfirman,37 ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ูŠูŽุง ู‡ูŽุงู…ูŽุงู†ู ุงุจู’ู†ู ู„ููŠ ุตูŽุฑู’ุญู‹ุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูŽ 36 ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ููŽุฃูŽุทู‘ูŽู„ูุนูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูŽุธูู†ู‘ูู‡ู ูƒูŽุงุฐูุจู‹ุงโ€œDan berkatalah Firโ€™aun โ€œHai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Rabb Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendustaโ€.โ€ QS. Al Muโ€™min 36-37Dalam ayat yang lain,ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ูŠูŽุขุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู„ุฃู ู…ูŽุงุนูŽู„ูู…ู’ุชู ู„ูŽูƒูู… ู…ู‘ูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑููŠ ููŽุฃูŽูˆู’ู‚ูุฏู’ ู„ููŠ ูŠูŽุงู‡ูŽุงู…ูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ููŠู†ู ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ ู„ู‘ููŠ ุตูŽุฑู’ุญู‹ุง ู„ู‘ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุทู‘ูŽู„ูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู„ุฃูŽุธูู†ู‘ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจููŠู†ูŽโ€œDan berkata Firโ€™aun โ€œHai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendustaโ€.โ€ QS. Al Qashash 38Ahli Tafsir At-Thabari menjelaskan bahwa Firโ€™aun mendustakan nabi Musa yang telah mengklaim memiliki Rabb yaitu Allah di langit, beliau berkata,ูˆู‚ูˆู„ู‡ ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุธู†ู‡ ูƒุงุฐุจุง ูŠู‚ูˆู„ ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุธู† ู…ูˆุณู‰ ูƒุงุฐุจุง ููŠู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ูˆูŠุฏุนูŠ ู…ู† ุฃู† ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก ุฑุจุง ุฃุฑุณู„ู‡ ุฅู„ูŠู†ุงโ€œMakna ayat perkataan Firโ€™aun sesungguhnya aku memandangnya Musa seorang pendustaโ€™ yaitu Firโ€™aun menuduh Musa telah berdusta karena mengklaim memiliki Rabb di langit yang mengutus Musa kepada Firโ€™aun dan tentaranya.โ€ Tafsir At-ThabariDemikian juga penjelasan dari Ibnu Kastir, beliau berkata,ูˆู‡ุฐุง ู…ู† ูƒูุฑู‡ ูˆุชู…ุฑุฏู‡ ุŒ ุฃู†ู‡ ูƒุฐุจ ู…ูˆุณู‰ ููŠ ุฃู† ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุนุฒ ูˆุฌู„ โ€“ ุฃุฑุณู„ู‡ ุฅู„ูŠู‡โ€œIni adalah kekafiran dari Firโ€™aun dan ketidakpatuhannya ngeyel -dalam bahasa jawa. Firโ€™aun mendustakan Musa bahwa Allah telah mengutusnya kepada Firโ€™aun.โ€ Tafsir Ibnu KatsirDalil mengenai Allah berada di atas langit sangat banyak. Kita diperintahkan menyakininya tanpa harus bertanya-tanya bagaimana hakikatnya karena indra dan ilmu manusia tidak mampu untuk Firโ€™aun percaya Allah di atas langit akan tetapi karena nafsu dan sombong, ia mendustakannya. Allah menegaskan hal ini dalam Al-Quran,ูˆูŽุฌูŽุญูŽุฏููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽู†ูŽุชู’ู‡ูŽุข ุฃูŽู†ููุณูู‡ูู…ู’ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ูˆูŽุนูู„ููˆู‘ู‹ุง ููŽุงู†ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽโ€œDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan mereka padahal hati mereka meyakini kebenarannya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.โ€ QS. An Naml 14.Silahkan baca tulisan kami berikut terkait Allah berada di atas langit Menjawab Pertanyaan โ€œDi manakah Allah?โ€Demikian semoga bermanfaat Yogyakarta TercintaPenyusun Raehanul Bahraen Artikel Pertanyaan Jawaban Kitab Keluaran 73-4 menyatakan, โ€œTetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir. Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.โ€ Sepertinya tidak adil karena Allah sendiri yang mengeraskan hati Firaun lalu menghukumnya dan Mesir atas apa yang Firaun putuskan saat hatinya dikeraskan. Mengapa Allah mengeraskan hati Firaun hanya supaya bisa menghakimi Mesir dengan tulah-tulah tambahan? Pertama-tama, perlu dipahami kalau Firaun bukanlah orang suci atau saleh. Dia adalah seorang diktator brutal yang mengontrol penyiksaan dan penindasan terhadap orang Israel, yang jumlahnya lebih dari 1,5 juta orang pada saat itu. Para firaun Mesir telah memperbudak bangsa Israel selama 400 tahun. Firaun sebelumnya bahkan memerintahkan semua bayi laki-laki Israel dibunuh Kel 116. Firaun yang Allah keraskan hatinya adalah orang yang keji. Bangsa yang dia pimpin setuju dengan tindakan-tindakan kejamnya, setidaknya tidak berusaha menentangnya. Kedua, sebelum beberapa tulah awal, Firaun mengeraskan hatinya sendiri dengan tidak membolehkan bangsa Israel pergi. โ€œHati Firaun berkerasโ€ Kel 713, 22; 819. โ€œTetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hatiโ€ Kel 815. โ€œTetapi sekali inipun Firaun tetap berkeras hatiโ€ Kel 832. Firaun bisa saja menghindarkan Mesir dari semua tulah itu jika saja ia tidak mengeraskan hatinya. Allah memberikan Firaun peringatan-peringatan yang semakin keras dari hukuman yang akan datang. Firaun memilih mendatangkan hukuman tersebut pada dirinya sendiri dan bangsanya dengan mengeraskan hatinya terhadap perintah-perintah Allah. Akibat dari kekerasan hati Firaun, Allah semakin mengeraskan hatinya, sehingga membiarkan beberapa tulah terakhir terjadi Kel 912; 1020, 27. Firaun dan bangsa Mesir sendiri yang telah mendatangkan hukuman-hukuman tersebut melalui 400 tahun perbudakan dan pembunuhan massal. Sebab upah dosa ialah maut Rom 623. Firaun dan bangsa Mesir telah sangat berdosa terhadap Allah, sehingga adil adanya jika Allah membinasakan Mesir. Allah mengeraskan hati Firaun bukanlah sesuatu yang tidak adil. Tulah-tulah tambahan yang didatangkan Allah terhadap bangsa Mesir juga bukanlah sesuatu yang tidak adil. Tulah-tulah tersebut, sebagaimana pun mengerikannya, sebenarnya sedang menunjukkan kemurahan Allah karena Allah tidak membinasakan seluruh bangsa Mesir, yang sebenarnya akan menjadi hukuman yang benar-benar adil bagi mereka. Roma 917-18 menyatakan, โ€œSebab Kitab Suci berkata kepada Firaun Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.โ€™ Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.โ€ Dari sudut pandang manusia, tampaknya salah jika Allah mengeraskan hati seseorang tapi kemudian menghukum orang yang Dia keraskan hatinya. Namun, kita semua telah berdosa terhadap Allah Rom 323. Hukuman yang adil untuk dosa ialah maut Rom 623. Ketika Allah mengeraskan hati dan menghukum seseorang bukanlah sesuatu yang tidak adil. Sebaliknya, Allah justru sedang bermurah hati; mengingat apa yang layak diterima mereka. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Mengapa Allah mengeraskan hati Firaun? Jakarta - Kedaulatan dikenal juga dengan kekuasaan tertinggi. Dalam kedaulatan, terdapat empat sifat yang perlu siswa tahu. Apa saja?Kedaulatan berasal dari bahasa Arab yaitu kata "daulah" atau daulat yang berarti kekuasaan. Jadi kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dalam suatu dalam Sumber Belajar Kemendikbud, negara merupakan sebuah organisasi di suatu wilayah memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati rakyat. Dengan demikian, negara yang berdaulat dapat diartikan sebagai negara yang memiliki kekuasaan tertinggi baik ke dalam maupun ke Bodin, filsuf politik Prancis yang mengenalkan konsep kedaulatan dalam bukunya The Six Bookes of a Commonweale menjelaskan ada empat sifat pokok kedaulatan. Keempat sifat itu adalah1. PermanenPermanen berarti kedaulatan tetap ada selama negara itu tetap AsliArtinya, kedaulatan tidak berasal dari kekuasaan lain yang lebih BulatMaksud bulat dalam kedaulatan adalah kedaulatan tidak dapat dibagi-bagi karena akan mengaburkan sifat kedaulatan sebagai kekuasaan Tidak terbatasTerakhir yakni tidak terbatas. Berarti kedaulatan tidak dapat dibatasi oleh apapun dan oleh KedaulatanKedaulatan sendiri memiliki lima teori yang diterapkan pada berbagai negara di dunia. Ini Kedaulatan TuhanMenurut teori Kedaulatan Tuhan, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara hanya satu yaitu Tuhan. Oleh karena itu, negara dan pemerintah negara harus mewakili Tuhan dalam menjalankan hukum Tuhan di yang dikemukakan oleh Agustinus dan Thomas Aquino ini meyakini bahwa lahirnya suatu negara hanya dapat terjadi apabila dikehendaki oleh Tuhan. Ciri khas negara yang menganut paham ini adalah ia tidak membedakan urusan negara dari urusan agama, atau sebaliknya. Negara yang menganut paham ini dikenal juga dengan negara raja atau penguasa dianggap akan dianggap sebagai wakil Tuhan. Negara yang menganut teori ini adalah Kedaulatan NegaraTeori selanjutnya adalah teori Kedaulatan Negara. Menurut teori ini, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada pada negara itu dipandang sebagai sumber kekuasaan. Kehendak negara dimuat dalam perundang-undangan dan dijadikan sebagai sumber hukum yang dibuat untuk kepentingan negara dan negara tidak dibatasi oleh hukum. Teori ini berkembang pada abad 15 dengan tokohnya Georg Jellinek. Adapun negara yang menganut Kedaulatan Negara adalah Rusia pada masa kepemimpinan Joseph Kedaulatan RajaKedaulatan Raja adalah teori kedaulatan di mana kekuasaan tertinggi dipegang oleh raja. Sebab, raja dianggap sebagai keturunan berkuasa secara mutlak atau absolut. Dengan demikian, raja dapat berbuat sesuai kehendaknya atau tirani dan tidak tunduk pada ini dicetuskan oleh Jean Bodin dan Hegel. Sementara contoh negara yang menganut Kedaulatan Raja adalah Prancis dan Jerman pada masa Adolf Kedaulatan HukumKemudian terdapat pula Kedaulatan Hukum. Kedaulatan Hukum artinya kekuasaan tertinggi dalam suatu negara adalah hukum. Oleh karena itu, negara, pemerintah, pengadilan, dan rakyat seluruhnya harus tunduk pada kekuasaan atau penyelenggara negara harus tunduk sepenuhnya kepada hukum. Tokoh teori ini adalah Krabbe, Immanuel Kant, dan Kedaulatan RakyatTeori kedaulatan terakhir adalah Kedaulatan Rakyat. Menurut teori ini, kedaulatan berada di tangan Rakyat dan negara menempatkan rakyat pada kedudukan yang menentukan jalannya pemerintahan sehingga peranan rakyat tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu penyelenggara negara harus bertanggung jawab kepada rakyat. Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan kedaulatan ini. Simak Video "Survei SMRC Sifat yang Harus Dimiliki Capres Jujur-Perhatian ke Rakyat" [GambasVideo 20detik] nir/pal

jelaskan kedaulatan tuhan atas tindakan firaun